Satu malam yang penuh dengan bintang, ku duduk
merenung dibangku pinggir taman dengan diterangi cahaya bulan. Aku memandang ke
langit dan ku memikirkan tentang da, dia yang sudah meninggalkanku selama
2tahun ini, ku mengenag semua yang ia sudah berikan padaku, semuanya, hingga
diapun bersedia memberikan nyawanya untukku.
***
Hari ini 21 april 2010, tepat 2 tahun dia tak disampingku. Saat itu 21
april 2008, hari dimana kita berdua akan Candle light dinner, karena memang
saat itu adalah 2 tahun dimana kita bersama, kita berhubugan, kita menjadi
teman yang lebih dari teman. Malam itu aku sudah bersiap , mulai dari memilih
baju, memakai sepatu apakah nanti aku, sudah aku persiapkan sejak pagi.
Kemudian hp.ku berdering, 1 message received kemudian muncul foto bertuliskan “
mon cherie” ,
momo,kamu bisa gag kerumah sekarang, maaf aku gag bisa
jemput kamu,
Aku sempat berpikir, kenapa ini?? Bukankah dia sudah janji buad jemput aku, yang aku lakukan hanya duduk didepan jendela dan memandang kosong ke luar jendela, aku tdk membalas sms.nya dan aku pun tak segera kerumahnya. Setelah kurang lebih 50 menit setelah ku terima sms itu, akhirnya ku putuskan untuk segera pergi kerumahnya.
Setelah kurang dari setengah jam akhirnya aku sampai dirumahnya ,
kemudian menekan bel di sebelah pintu, dan tak lama kemudian bibi membukakan
pintu,
Eh, si non,
Bi’ arrez.nya ada?
Emm, itu non, den arrez nya itu,, apaa,,
Kenapa bi,?? Arreznya ada apa gag??
Kemudian kakak arrez datang,
Sipa bi?
Ini den si non,,
Malem kak,
Eh momo,, sini mo, masuk dulu,,
Kemudian aku duduk berhadapan dengan kakk farrez, kakak stu-satunya
arrez.
Kak, arreznya kemana?
Kamu, mau minum apa, biar saya suruh bibi’ buadkan buad
kamu
Gag usah kak, terima kasih, aku Cuma.mau ketemu sama
arrez aja,
Iya tapi tunggu sebentar,
Ada apa sih kak?? Kayag nya ada yang disembunyiin dari
aku tentang arrezz,
Kesabaran ku mulai habis dan entah mengapa hatiku mulai berdebar
kencang,
Benar, kamu mau bertemu arrez,,
Iya kak,,sekarang,,
Ayo, kamu ikut aku, segera kak farrez berdiri dan
mengambil kunci motornya,
Mau kemana kita kakk??
Ke arrezz,
Emangnya arrez ada di mana kakk??
Kak farrez hanya diam , dan tetap berjalan menuju garasi motornya.
Akupun mengikutinya.
Setelah melewati keramaian ibu kota, akhirnya motor kak farrez pun
berhenti didepan sebuah gedung besar yang dipenuhi banyak orang, “rumah sakit”
Kak,, fikiranku mulai tak karuan,
Ayoo,, kita masuk,,
Akupun berjalan seirama dengan kak farrez, menaiki lift sampai lantai
ke1, kemudian kita keluar dan berjalan kembali sampai akhirnya berhenti didepan
sebuah ruangan yang bertanda ‘ICU’
Disana ku lihat mama dan papa arrez sedang duduk dibangku panjang,
dan mama arrez tak berhenti menangis,
Momo, sapa mama arrez,
Tante, akupun langsung berlari menuju mama arrez dan
beliau memelukku seketika itu juga,
Tante, arrez dimana?? Kenapa tente sama om ada disini??
Siapa yang sakit??
Tak ada jawaban dari mama maupun papa arrez,
Tante, om, jawab momo, siapa yang skit??
Arrez ! suara kak farrez terdengar,,
Apa kak??
Iya,, arrez yang sakit, tak lama kemudian air mata kak
farrez pun menetes,
Mama arrez memelukku sekali lagi, aku hanya bisa diam dan tak terasa
ternyata pipiku sudah basah oleh air mata,
Aku masih diam sribu bahasa,
Apa iya??? Apakah ini semua benar?? Apa ini bukan sebuah kejutan yang
arrez siapin buad aku?? , hanya itu yang ada difikiranku,
Tante, aku mau masuk, aku mau bertemu arrez, tante,,
Iya mo, masuklah, mungkin arrez sekarang butuh kamu,tapi
ditemani sama kak farrez yaa,
Aku mengangguk,
Dan kak farrez mengajakku masuk,
Setelah membuka pintu, disana ada seorang suster yang menyuruh kami
untuk memakai pakaian, penutup kepala serta masker yang sudah disiapkan,
Kemudian aku berjalan masuk terlebih dahulu , aku melihat seseorang
berbaring diranjang , Seseorang yang tertidur begitu lemah, tak berdaya, dengan
tangan diinfus, tapi aku berfikir, sepertinya aku pernah bertemu dengannya dan
aku merasa sudah mengenalnya,
Aku berjalan mendekatinya, dan saat itu juga aku jatuh terduduk
dilantai sebelah ranjangnya, aku menangis tak terkendali, aku menngis dengan
kerasnya, ternyata itu arrez, arrez yang selama ini selalu bersamaku, arrez
yang selama ini bisa membuatku bahagia, tapi, kenapa sekarang dia begitu
lemah?? Dimana senyumnya?? Dimana tawanya??, sungguh saat itu aku tak sanggup
berdiri dan untuk melihatnya pun aku gag sanggup,
Kemudian kak farrez, mengangkat bahuku dan menduduk.kan ku di kursi
sebelah ranjang. Dan kemudian kak farrez meninggalkan kami berdua dan memilih
untuk keluar sebentar.
Arrez, kamu kenpa ??
Bangun arrez, aku disini, aku disini buad kamu.,,
Bangun arrez, kamu kan sudah janji , malam ini kita
candle light dinner,
Tak ada jawaban apapun dari arrez,
Arrez !!
Suaraku terdengar keras dan tangisku semakin kencang,
Ku tundukkan kepalaku sampai pada dada arrez dan ku genggam erat
tangannya.
Arrezz,, bangunn !!
Bangun arrez,, suaraku mulai melemah
Kemudian terdengar pintu terbuka, aku tak menghiraukannya, aku tetap
tertidur di dada arrez,,kemudian kak farrez menghampiriku dan memberikanku
selembar kertas , kertas yang penuh dengan noda darah, dan darah itu masih
segar, akupun menerimanya, kemudian ku membacanya,
Dear
ma cherie
Momo,,
Ceyla
mouri raenaussa,,
Mungkin
saat kamu membaca ini, kamu akan melihatku sudah tertidur ataupun kamu sudah
melihatku dalam keadaan berbalut kain putih,
Maaff,,
kali ini aku gag bisa tepatin janjiku padamu,
Maaf
, candle light dinner kita kali ini gagal,
Maaf,
aku gag bisa buad senyum diwajahmu dihari jadi kita kali ini, malah air mata
yang membasahi pipi cabi.mu itu,, yang sebenarnya aku gag pernah ingin membuat
mu menangis
Maaff,
aku gag pernah cerita apaun padamu,
Maaf,
aku selalu berbohong padamu tentang keadaanku,
Maaf
, karena kali ini aku membuat mu menangis
Semua
itu kulakukan agar kau tak pernah keluarkan airmatamu hanya karena aku, ku gag
pernah pengen lihat kamu jadi cewe’ yang cengeng hanya karena aku yang tak
berguna ini,, aku gag pengen kamu khawatir,,
Jadi,
aku tutupin ini semua dari kamu selama 2tahun sejak aku kenal kamu,
Ma
cheria, aku sungguh menyayangimu, aku bahagia bila denagr tawamu, aku merasa
baik – baik saja bila ku lihat senyum diwajah manismu itu,
Apa
kamu ingat disaat kita jalan kepuncak seminggu yang lalu , saat itu hidungku
keluar darah dan ku hanya bilang itu Cuma mimisan , sebenarnya itu aku bohong
sama kamu sayang, itu bukan mimisan biasa, itu sebuah pertanda bahwa tubuhku
sudah gag bisa menahan sakit ini,, ku alami itu sudah sejak 2 minggu
sebelumnya, oleh karna itu, aku mengajakmu ke puncak dan kita naik ke atas
gunung, karena menurutku, saat kita berada di atas ketinggian kita bisa lihat
apapun walaupun itu jauh, dan walaupun sesuatu yang kita lihat sangat jauh itu
tidak bisa kita lihat dengan jelas namun kita masih bisa melihatnya walaupun
samar-samar.
Aku
ingin saat aku sudah tidak disampingmu nanti , entah kapan itu, aku bisa
melihatmu dari tempat teringgi tempat dimana aku nanti tinggal tapi tak
bersamamu, aku bisa melihatmu, aku bisa melihat senyummu, walaupun itu hanya
sama- samar , itu sudah dapat menhilangkan sedikit kerinduanku padamu,
Aku sadar kalau kertas yang ku pegang sudah mulai buram karena noda
darah dan ditambah dengan air mataku, akupun menghapus airmataku yang ada
dipipi sebelum menetes di kertas dan menghapus tulisan yang ada, aku pun
melanjutkan tuk membacanya,,
Ma cherie,
Sayang ku, ceyla
mouri raenaussa,
Terima kasih,
kamu sudah temaniku selama ini,
Terima kasih kamu
sudah mau menerima aku apaadanya
Terima kasih kamu
gag penah mengecewakanku,
Terima kasih
untuk senyum , tawa, suara,perhatian, kasih sayang yang sudah kamu berikan
padaku,
terima kasih kamu
mau menjadi bagian dari hidupku bahkan diriku,,
dan terima kasih
, kamu selalu menjadi malaikat dalam hidup.ku,.
Karena kamu, aku
bertahan sampai saat ini,
kerna kamu , aku
dapat merasakan indahnya dunia , yang sebelumnya hanya kurasa hampa,
Karena kamu, aku
pernah merasa sembuh dari sakitku, walaupun itu hanya sebentar,
Karena kamu, aku
bisa menerima keadaan akan sakitku ini,,
Terima kasih
momo,
I LOVE YOU AND I
WILL ALWAYS LOVE YOU MA CHERIE, MY ANGEL
By. Dhevanno arreza
Your lovely
Aku menangis begitu keras , ku menggemgam tangannya, ku genggam
dengan erat,
Arrez, bangun!!, aku sayang kamu arrez,
Bangun,, !!
Kemudian kak farrez mengajakku keluar, namun aku menolaknya, tapi,,
kak arrez berkata akan menjelaskan semuanya, semnuanya yang terjadi pada arrez,
dan,, saat itu juga aku keluar bersama kak farrez walaupun ku masih ingin
bersama arrez, tapi disisi lain aku juga gag sanggup kalau lihat arrez seperti
ini terus, dan aku pun ingin mengetahui apa sakit yang arrez derita hinnga ia
seperti ini, aku berjalan dengan tangan masih menggemgam surat dari arrez
Kami keluar dari ruang ICU, kak farrez mengajkku untuk duduk di taman
dekat kantin rumah sakit,
Kak farrez membelikan minum untuk ku dan untuknya, dengan mata yang
masih sembab dan dada ku yang terasa agak sesak karena terlalu banyak aku
menangis, aku mulai mendengarkan cerita kak farrez, saat itu sudah jam 22.00
tepat,
Kak farrez mulai berbicara,
Apa benar kamu ingin mengetahui semuanya??
Iya kakk,
Apa kamu siap mendengarnya??
Sangat siap kak??
Oh yaa,, kakak mau tanya tentang transplantasi sumsum
tulang belakang yang kamu pernah jalani?
Kenapa kak?
Apakah kamu tahu, siapa yang memberikan sumsum tulang
belakangnya untuk mu?
Orang itu tidak pernah mau memberitahukan namanya, orang
itu berasal dari kalimantan dan dia sekarang sudah tidak mempunyai keluarga .
orang itu merasa hidupnya sudah tak berguna lagi, sehingga dia bersedia
mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk ku.
Apakah kamu pernah bertemu dengan orang itu?
Tidak kak, tapi aku sungguh ingin bertemu dan
mengucapkan terima kasih padanya, namun dia selalu menolak untuk bertemu
dengan.ku
Apakah kamu tidak pernah memikirkan bagaimana orang itu
sekarang?
Aku selalu memikirkannya, dan dalam setiap do'a ku
selalu kuselipkan namanya dan semua kebaikannya.
Emm,,,
Memangnya kenapa kak?? Kenapa kakak tanya orang itu??
Bukankah kakak akan menjelaskan sakit arrez?
Arrez,,
Arrez yang memberikannya untukmu,
Arrez?? Memberikann,, memberikan apa kak??
Aku mulai bingung dengan apa yang dibicarakan sama kak farrez,
Arrez yang memberikan sumsum tulangnya buad kamu??
Apaa?? Seketika itu juga gelas yang tadinya ku pegang
jatuh ke lantai,
Apaa?? Kakak bohong kan?? Kakak hanya mengarangkan??
Seluruh tubuhku gemetar, aku gag bisa berfikir apapun,
Aku hanya bisa menutup mulutku dengan tangan dan menangis
sekeras-kerasnya.
Sejak saat itu, kondisi tubuh arrez melemah, dia sering
sakit dan dia merasa anemia. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata arrez mengalami
apa yang prnah kamu alami.
Leukimia maksud kakak??
Iya,,
Tapi kak?? Kenapa bisa?? Suaraku terdengar tidak begitu
jelas karena bersamaan dengan senggukan tangisku
Kata dokter, itu bisa disebabkan karena mungkin
sebelumnya sudah ada sel kanker dalam diri arrez namun tidak diketahui. Dan
sumsum tulang yang selama ini masih dapat menyeimbangkan sel kanker itu agar
tidak menjadi ganas, diambil untuk mengobati orang yang dia sangat sayang,
yaitu kamu momo,
Kak farrez menatapku dan mata kak farrez berkaca-kaca,
Sudahlah, ayo kita masuk , sudah malam,,
Kak farrez beranjak dari tempat duduknya, namun aku menahannya
Tapi kak?? Kenapa arrez melakukan itu?? Kenapa arrez
harus menderita karena aku??
Sudah momo, kakak gag sanggup cerita semuanya, kakak
gag tega sama kamu sama arrez juga,
Kak farrez mulai menangis,
Tapi kak??
Yang pasti, arrez melakukan ini semua agar kamu sembuh
, arrez gag ingin lihat orang yang dia sayangi menderita,
Kakak, , ,
Dan arrez tidak pernah menyesal telah melakukan ini ,
karena arrez lebih bahagia kalau kamu bahagia, meskipun dia sendiri tidak
bahagia.
Arrezz, aku hanya bisa berucap itu dalam hatiku, aku hanya
menunduk sambil menangis,kemudian kak farrez memelukku. Akupun menangis
dipelukan kakak dari orang yang telah memberikan hidupnya untuk aku. Orang yang
memberikan bagian tubuhnya buadku, meskipun dia sendiri juga membutuhkannya.
***
Tuhan, berikanlah ia kebahagiaan di surgamu,
biarlah ia bahagia bersamamu, karena aku, dia tidak bisa bahagia di dunia ini,
karena aku dia menderita hingga ia harus meninggalkan orang – orang yang
menyayanginya di dunia ini,
Tuhan, sampaikan kepadanya, bahwa dini ku
merindukannya, sampaikan padanya, aku disini sepi tanpa nya,
Arrez semoga kamu disana baik – baik saja, dan
semoga kamu disana bahagia.
Arrez, apakah kamu diatas sana merindukanku?? seperti aku merindukanmu??
Apakah kamu disana melihatku??
Apakah kamu disana melihatku??
Apakah disana seperti di puncak??
Sehingga kamu bisa melihat apapun yang jauh dari kamu, termasuk aku?? Aku berharap kamu menjawab iya,
Sehingga kamu bisa melihat apapun yang jauh dari kamu, termasuk aku?? Aku berharap kamu menjawab iya,
Tak terasa air mataku menetes, akupun mengambil
tisyu dalam tas.ku, dan saat aku kembali memandang langit, aku melihat bayangan
wajah arrez yang sedang tersenyum padaku,
Arrez, ,
Dhevanno Arreza,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar