Minggu, 16 Oktober 2011

Dia yang memberikan hidupnya untuk aku

Satu malam yang penuh dengan bintang, ku duduk merenung dibangku pinggir taman dengan diterangi cahaya bulan. Aku memandang ke langit dan ku memikirkan tentang da, dia yang sudah meninggalkanku selama 2tahun ini, ku mengenag semua yang ia sudah berikan padaku, semuanya, hingga diapun bersedia memberikan nyawanya untukku.
***
Hari ini 21 april 2010, tepat 2 tahun dia tak disampingku. Saat itu 21 april 2008, hari dimana kita berdua akan Candle light dinner, karena memang saat itu adalah 2 tahun dimana kita bersama, kita berhubugan, kita menjadi teman yang lebih dari teman. Malam itu aku sudah bersiap , mulai dari memilih baju, memakai sepatu apakah nanti aku, sudah aku persiapkan sejak pagi. Kemudian hp.ku berdering, 1 message received kemudian muncul foto bertuliskan “ mon cherie” ,

momo,kamu bisa gag kerumah sekarang, maaf aku gag bisa jemput kamu,

Aku sempat berpikir, kenapa ini?? Bukankah dia sudah janji buad jemput aku, yang aku lakukan hanya duduk didepan jendela dan memandang kosong ke luar jendela, aku tdk membalas sms.nya dan aku pun tak segera kerumahnya. Setelah kurang lebih 50 menit setelah ku terima sms itu, akhirnya ku putuskan untuk segera pergi kerumahnya.
Setelah kurang dari setengah jam akhirnya aku sampai dirumahnya , kemudian menekan bel di sebelah pintu, dan tak lama kemudian bibi membukakan pintu,
Eh, si non,
Bi’ arrez.nya ada?
Emm, itu non, den arrez nya itu,, apaa,,
Kenapa bi,?? Arreznya ada apa gag??
Kemudian kakak arrez datang,
Sipa bi?
Ini den si non,,
Malem kak,
Eh momo,, sini mo, masuk dulu,,
Kemudian aku duduk berhadapan dengan kakk farrez, kakak stu-satunya arrez.
Kak, arreznya kemana?
Kamu, mau minum apa, biar saya suruh bibi’ buadkan buad kamu
Gag usah kak, terima kasih, aku Cuma.mau ketemu sama arrez aja,
Iya tapi tunggu sebentar,
Ada apa sih kak?? Kayag nya ada yang disembunyiin dari aku tentang arrezz,
Kesabaran ku mulai habis dan entah mengapa hatiku mulai berdebar kencang,
Benar, kamu mau bertemu arrez,,
Iya kak,,sekarang,,
Ayo, kamu ikut aku, segera kak farrez berdiri dan mengambil kunci motornya,
Mau kemana kita kakk??
Ke arrezz,
Emangnya arrez ada di mana kakk??
Kak farrez hanya diam , dan tetap berjalan menuju garasi motornya. Akupun mengikutinya.
Setelah melewati keramaian ibu kota, akhirnya motor kak farrez pun berhenti didepan sebuah gedung besar yang dipenuhi banyak orang, “rumah sakit”
Kak,, fikiranku mulai tak karuan,
Ayoo,, kita masuk,,
Akupun berjalan seirama dengan kak farrez, menaiki lift sampai lantai ke1, kemudian kita keluar dan berjalan kembali sampai akhirnya berhenti didepan sebuah ruangan yang bertanda ‘ICU’
Disana ku lihat mama dan papa arrez sedang duduk dibangku panjang, dan mama arrez tak berhenti menangis,
Momo, sapa mama arrez,
Tante, akupun langsung berlari menuju mama arrez dan beliau memelukku seketika itu juga,
Tante, arrez dimana?? Kenapa tente sama om ada disini?? Siapa yang sakit??
Tak ada jawaban dari mama maupun papa arrez,
Tante, om, jawab momo, siapa yang skit??
Arrez ! suara kak farrez terdengar,,
Apa kak??
Iya,, arrez yang sakit, tak lama kemudian air mata kak farrez pun menetes,
Mama arrez memelukku sekali lagi, aku hanya bisa diam dan tak terasa ternyata pipiku sudah basah oleh air mata,
Aku masih diam sribu bahasa,
Apa iya??? Apakah ini semua benar?? Apa ini bukan sebuah kejutan yang arrez siapin buad aku?? , hanya itu yang ada difikiranku,
Tante, aku mau masuk, aku mau bertemu arrez, tante,,
Iya mo, masuklah, mungkin arrez sekarang butuh kamu,tapi ditemani sama kak farrez yaa,
Aku mengangguk,
Dan kak farrez mengajakku masuk,
Setelah membuka pintu, disana ada seorang suster yang menyuruh kami untuk memakai pakaian, penutup kepala serta masker  yang sudah disiapkan,
Kemudian aku berjalan masuk terlebih dahulu , aku melihat seseorang berbaring diranjang , Seseorang yang tertidur begitu lemah, tak berdaya, dengan tangan diinfus, tapi aku berfikir, sepertinya aku pernah bertemu dengannya dan aku merasa sudah mengenalnya,
Aku berjalan mendekatinya, dan saat itu juga aku jatuh terduduk dilantai sebelah ranjangnya, aku menangis tak terkendali, aku menngis dengan kerasnya, ternyata itu arrez, arrez yang selama ini selalu bersamaku, arrez yang selama ini bisa membuatku bahagia, tapi, kenapa sekarang dia begitu lemah?? Dimana senyumnya?? Dimana tawanya??, sungguh saat itu aku tak sanggup berdiri dan untuk melihatnya pun aku gag sanggup,
Kemudian kak farrez, mengangkat bahuku dan menduduk.kan ku di kursi sebelah ranjang. Dan kemudian kak farrez meninggalkan kami berdua dan memilih untuk keluar sebentar.
Arrez, kamu kenpa ??
Bangun arrez, aku disini, aku disini buad kamu.,,
Bangun arrez, kamu kan sudah janji , malam ini kita candle light dinner,
Tak ada jawaban apapun dari arrez,
Arrez !!
Suaraku terdengar keras dan tangisku semakin kencang,
Ku tundukkan kepalaku sampai pada dada arrez dan ku genggam erat tangannya.
Arrezz,, bangunn !!
Bangun arrez,, suaraku mulai melemah
Kemudian terdengar pintu terbuka, aku tak menghiraukannya, aku tetap tertidur di dada arrez,,kemudian kak farrez menghampiriku dan memberikanku selembar kertas , kertas yang penuh dengan noda darah, dan darah itu masih segar, akupun menerimanya, kemudian ku membacanya,
Dear ma cherie
Momo,,
Ceyla mouri raenaussa,,
Mungkin saat kamu membaca ini, kamu akan melihatku sudah tertidur ataupun kamu sudah melihatku dalam keadaan berbalut kain putih,
Maaff,, kali ini aku gag bisa tepatin janjiku padamu,
Maaf , candle light dinner kita kali ini gagal,
Maaf, aku gag bisa buad senyum diwajahmu dihari jadi kita kali ini, malah air mata yang membasahi pipi cabi.mu itu,, yang sebenarnya aku gag pernah ingin membuat mu menangis
Maaff, aku gag pernah cerita apaun padamu,
Maaf, aku selalu berbohong padamu tentang keadaanku,
Maaf , karena kali ini aku membuat mu menangis
Semua itu kulakukan agar kau tak pernah keluarkan airmatamu hanya karena aku, ku gag pernah pengen lihat kamu jadi cewe’ yang cengeng hanya karena aku yang tak berguna ini,, aku gag pengen kamu khawatir,,
Jadi, aku tutupin ini semua dari kamu selama 2tahun sejak aku kenal kamu,
Ma cheria, aku sungguh menyayangimu, aku bahagia bila denagr tawamu, aku merasa baik – baik saja bila ku lihat senyum diwajah manismu itu,
Apa kamu ingat disaat kita jalan kepuncak seminggu yang lalu , saat itu hidungku keluar darah dan ku hanya bilang itu Cuma mimisan , sebenarnya itu aku bohong sama kamu sayang, itu bukan mimisan biasa, itu sebuah pertanda bahwa tubuhku sudah gag bisa menahan sakit ini,, ku alami itu sudah sejak 2 minggu sebelumnya, oleh karna itu, aku mengajakmu ke puncak dan kita naik ke atas gunung, karena menurutku, saat kita berada di atas ketinggian kita bisa lihat apapun walaupun itu jauh, dan walaupun sesuatu yang kita lihat sangat jauh itu tidak bisa kita lihat dengan jelas namun kita masih bisa melihatnya walaupun samar-samar.
Aku ingin saat aku sudah tidak disampingmu nanti , entah kapan itu, aku bisa melihatmu dari tempat teringgi tempat dimana aku nanti tinggal tapi tak bersamamu, aku bisa melihatmu, aku bisa melihat senyummu, walaupun itu hanya sama- samar , itu sudah dapat menhilangkan sedikit kerinduanku padamu,
Aku sadar kalau kertas yang ku pegang sudah mulai buram karena noda darah dan ditambah dengan air mataku, akupun menghapus airmataku yang ada dipipi sebelum menetes di kertas dan menghapus tulisan yang ada, aku pun melanjutkan tuk membacanya,,
Ma cherie,
Sayang ku, ceyla mouri raenaussa,
Terima kasih, kamu sudah temaniku selama ini,
Terima kasih kamu sudah mau menerima aku apaadanya
Terima kasih kamu gag penah mengecewakanku,
Terima kasih untuk senyum , tawa, suara,perhatian, kasih sayang yang sudah kamu berikan padaku, 
terima kasih kamu mau menjadi bagian dari hidupku bahkan diriku,,
dan terima kasih , kamu selalu menjadi malaikat dalam hidup.ku,.
Karena kamu, aku bertahan sampai saat ini,
kerna kamu , aku dapat merasakan indahnya dunia , yang sebelumnya hanya kurasa hampa,
Karena kamu, aku pernah merasa sembuh dari sakitku, walaupun itu hanya sebentar,
Karena kamu, aku bisa menerima keadaan akan sakitku ini,,
Terima kasih momo,
I LOVE YOU AND I WILL ALWAYS LOVE YOU MA CHERIE, MY ANGEL
                                                                By. Dhevanno arreza
                                                                Your lovely
Aku menangis begitu keras , ku menggemgam tangannya, ku genggam dengan erat,
Arrez, bangun!!, aku sayang kamu arrez,
Bangun,, !!
Kemudian kak farrez mengajakku keluar, namun aku menolaknya, tapi,, kak arrez berkata akan menjelaskan semuanya, semnuanya yang terjadi pada arrez, dan,, saat itu juga aku keluar bersama kak farrez walaupun ku masih ingin bersama arrez, tapi disisi lain aku juga gag sanggup kalau lihat arrez seperti ini terus, dan aku pun ingin mengetahui apa sakit yang arrez derita hinnga ia seperti ini, aku berjalan dengan tangan masih menggemgam surat dari arrez
Kami keluar dari ruang ICU, kak farrez mengajkku untuk duduk di taman dekat kantin rumah sakit,
Kak farrez membelikan minum untuk ku dan untuknya, dengan mata yang masih sembab dan dada ku yang terasa agak sesak karena terlalu banyak aku menangis, aku mulai mendengarkan cerita kak farrez, saat itu sudah jam 22.00 tepat,
Kak farrez mulai berbicara,
Apa benar kamu ingin mengetahui semuanya??
Iya kakk,
Apa kamu siap mendengarnya??
Sangat siap kak??
Oh yaa,, kakak mau tanya tentang transplantasi sumsum tulang belakang yang kamu pernah jalani?  
Kenapa kak?
Apakah kamu tahu, siapa yang memberikan sumsum tulang belakangnya untuk mu?
Orang itu tidak pernah mau memberitahukan namanya, orang itu berasal dari kalimantan dan dia sekarang sudah tidak mempunyai keluarga . orang itu merasa hidupnya sudah tak berguna lagi, sehingga dia bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk ku.
Apakah kamu pernah bertemu dengan orang itu?
Tidak kak, tapi aku sungguh ingin bertemu dan mengucapkan terima kasih padanya, namun dia selalu menolak untuk bertemu dengan.ku
Apakah kamu tidak pernah memikirkan bagaimana orang itu sekarang?
Aku selalu memikirkannya, dan dalam setiap do'a ku selalu kuselipkan namanya dan semua kebaikannya.
Emm,,,
Memangnya kenapa kak?? Kenapa kakak tanya orang itu?? Bukankah kakak akan menjelaskan sakit arrez?
Arrez,,
Arrez yang memberikannya untukmu,
Arrez?? Memberikann,, memberikan apa kak??
Aku mulai bingung dengan apa yang dibicarakan sama kak farrez,
Arrez yang memberikan sumsum tulangnya buad kamu??
Apaa?? Seketika itu juga gelas yang tadinya ku pegang jatuh ke lantai,
Apaa?? Kakak bohong kan?? Kakak hanya mengarangkan??
Seluruh tubuhku gemetar, aku gag bisa berfikir apapun,
Aku hanya bisa menutup mulutku dengan tangan dan menangis sekeras-kerasnya.
Sejak saat itu, kondisi tubuh arrez melemah, dia sering sakit dan dia merasa anemia. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata arrez mengalami apa yang prnah kamu alami.
Leukimia maksud kakak??
Iya,,
Tapi kak?? Kenapa bisa?? Suaraku terdengar tidak begitu jelas karena bersamaan dengan senggukan tangisku
Kata dokter, itu bisa disebabkan karena mungkin sebelumnya sudah ada sel kanker dalam diri arrez namun tidak diketahui. Dan sumsum tulang yang selama ini masih dapat menyeimbangkan sel kanker itu agar tidak menjadi ganas, diambil untuk mengobati orang yang dia sangat sayang, yaitu kamu momo,
Kak farrez menatapku dan mata kak farrez berkaca-kaca,
Sudahlah, ayo kita masuk , sudah malam,,
Kak farrez beranjak dari tempat duduknya, namun aku menahannya
Tapi kak?? Kenapa arrez melakukan itu?? Kenapa arrez harus menderita karena aku??
Sudah momo, kakak gag sanggup cerita semuanya, kakak gag tega sama kamu sama arrez juga,
Kak farrez mulai menangis,
Tapi kak??
Yang pasti, arrez melakukan ini semua agar kamu sembuh , arrez gag ingin lihat orang yang dia sayangi menderita,
Kakak, , ,
Dan arrez tidak pernah menyesal telah melakukan ini , karena arrez lebih bahagia kalau kamu bahagia, meskipun dia sendiri tidak bahagia.
Arrezz, aku hanya bisa berucap itu dalam hatiku, aku hanya menunduk sambil menangis,kemudian kak farrez memelukku. Akupun menangis dipelukan kakak dari orang yang telah memberikan hidupnya untuk aku. Orang yang memberikan bagian tubuhnya buadku, meskipun dia sendiri juga membutuhkannya.
***
Tuhan, berikanlah ia kebahagiaan di surgamu, biarlah ia bahagia bersamamu, karena aku, dia tidak bisa bahagia di dunia ini, karena aku dia menderita hingga ia harus meninggalkan orang – orang yang menyayanginya di dunia ini, 
Tuhan, sampaikan kepadanya, bahwa dini ku merindukannya, sampaikan padanya, aku disini sepi tanpa nya,
Arrez semoga kamu disana baik – baik saja, dan semoga kamu disana bahagia.
Arrez, apakah kamu diatas sana merindukanku?? seperti aku merindukanmu??
Apakah kamu disana melihatku??
Apakah disana seperti di puncak?? 
Sehingga kamu bisa melihat apapun yang jauh dari kamu, termasuk aku?? Aku berharap kamu menjawab iya,
Tak terasa air mataku menetes, akupun mengambil tisyu dalam tas.ku, dan saat aku kembali memandang langit, aku melihat bayangan wajah arrez yang sedang tersenyum padaku,
Arrez, ,
Dhevanno Arreza,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar